Sabtu, 05 Juli 2014

Contoh Surat Lamaran Kerja Bidan...



Contoh Surat Lamaran Kerja Bidan...
Buat temen-temen fresh graduation seperti saya,, semoga aja bermanfaat ya, jng lupa perhatikan kerapihan tulisan,,yg di bawah ini masih perlu perbaikan..hehe ^.^


Ciamis, 6 Juki 2014

Kepada Yth,
Bapak /Ibu Pimpinan
RUMAH SAKIT .....
Di tempat

Dengan Hormat

Yang bertanda tangan dibawah ini

Nama                                       : Imas Apriyanti
Tempat dan tanggal lahir        : Ciamis, 20 April 1994
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Agama                                     : Islam
Status                                      : Belum Menikah
Alamat                                    : Jl sindanghayu, Dsn sukamaju rt 06 rw 02 Desa Banjarsari Kec 
                                                Banjarsari, Kab Ciamis, Jawa Barat Kode pos 46383

            Dengan ini saya mengajukan permohonan untuk dapat bergabung di Rumah Sakit Al Islam Bandung sebagai tenaga BIDAN sesuai dengan kompetensi yang saya miliki.

Saya dapat bekerja dengan sungguh-sungguh baik dalam satu tim maupun perseorangan.

Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan:

1.      Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae
2.      Foto Copy Ijazah
3.      Foto Copy Transkrip Nilai
4.      Foto Copy KTP
5.      Pas foto ukuran 4×6=2 lembar
6.       Foto Copy SKCK 7.         Foto Copy Kartu Kuning Yang Dilegalisir
7.      Dll, (Sertifikat Seminar, Sertifikat Pelatihan, Private/Kursus, Surat Ket. Sehat dari dokter)

Besar harapan saya untuk dapat bergabung dengan Rumah Sakit ........ yang Bapak/Ibu pimpin. Demikian surat permohonan kerja ini saya buat, atas pertimbangan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih.




                                                                                                          Hormat saya


                                                                                                             (ttd anda)


                                                                                                             Imas Apriyanti

Rabu, 25 Juni 2014

SAP Keluarga Berencana

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KB
           
1.      IDENTIFIKASI MASALAH
Saat ini setiap tahunnya terjadi kelahiran sekitar 4,5 juta bayi. Bayi-bayi ini akan berkembang dan mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan peningkatan usianya. Pada saat ini dari 100 persen anak-anak yang masuk sekolah dasar, 50% diantaranya tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi setelah lulus SMP.  Mereka akan putus sekolah dan menuntut pekerjaan padahal tidak mempunyai ketrampilan yang memadai. Sempitnya lapangan kerja membuat para pemuda-pemudi putus sekolah menciptakan pekerjaannya sendiri di sektor informal.
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah dengan pengaturan jumlah dan jarak anak untuk menuju keluarga berkualitas. Masyarakat diharapkan mengerti tentang bermacam - macam alat KB agar termotivasi untuk menggunakan KB. Karena KB merupakan salah satu cara untuk menekan angka kelahiran, sehingga dapat menurunkan AKI dan  AKB.
Penggunaan alat kontrasepsi sangat berperan penting untuk mengngontrol angka kelahiran.  Selain itu, masyarakat harus mengetahui tentang macam-macam alat kontrasepsi yang dapat digunakan agar memberikan efek yang sesuai dengan yang diinginkan.
2.      PENGANTAR
Bidang studi                    : Asuhan Kebidanan Komuitas
TopiK                               : KB
Sub topik                          : Penggunaan alat kontrasepsi
Sasaran                             : Pasangan suami istri usia subur
Hari/tanggal                     : Senin, 23 Juni 2014
Jam                                   : 09.00 WIB s/d Selesai
Waktu                              : 15 menit
Tempat                             : Banjarsari

3.      TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang penggunaan alat kontrasepsi, keluarga diharapkan memahami tentang berbagai macam alat kontasepsi dan menerapkan dalam kehidupannya.
4.      TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan  penyuluhan, keluarga dapat menjelaskan kembali:
a.       Pengertian alat kontrasepsi
b.      Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
c.       Macam-macam alat kontrasepsi
5.      MATERI
a.       Pengertian alat-alat kontrasepsi
b.      Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
c.       Macam-macam alat kontrasepsi yang bisa digunakan
1)      Adapun KB hormonal
2)      KB non hormonal
3)      KB yang tanpa memakai alat apapun (alamiah)
4)      Kontrasepsi mantap terdiri dari:
6.      METODE
a.       Ceramah
b.      Tanya jawab
7.      MEDIA
a.       Materi SAP
b.      Powerpoint dan Leaflet
8.      KEGIATAN PENYULUHAN
No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1
2 menit
Pembukaan:
·         Memberi salam
·         Menjelaskan tujuan penyuluhan

·         Menjawab salam
·         Mendengarkan dan memperhatikan
2
8 menit
Pelaksanaan:
·         Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
·         Pengertian alat kontrasepsi
·         Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
·         Macam-macam alat kontrasepsi



·         Mendengarkan dan menyimak pembicara

3
4 menit
Evaluasi:
·         Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa yang disampaikan pembicara, meliputi:
·         Pengertian alat kontrasepsi
·         Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
·         Macam-macam alat kontrasepsi




·         Bertanya dan menjawab pertanyaan
4
1 menit
Penutup:
·         Mengucapkan terima kasih dan salam

·         Menjawab salam
9.      KRITERIA EVALUASI
a.       Evaluasi Struktur
·         Peserta hadir ditempat penyuluhan
·         Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Aula Desa
·         Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
b.      Evaluasi Proses
·         Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
·         Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
·         Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
c.       Evaluasi Hasil
·         Ibu mengetahui tentang jenis nutrisi yang diperlukan
·         Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 20 orang ibu.

10.  PENGESAHAN
Sasaran



Masyarakat
Ciamis, 14 agustus 2014
Pemberi Penyuluhan


ImasApriyanti

Mengetahui
Dosen Pembimbing


Siti Fatimah, SST.,MM



MATERI PENYULUHAN KB
A.    Pengertian KB
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud dari pada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran."
Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di inginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan.
B.     Cara Kerja
Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma) dengan cara :
1.      Menekan keluarnya sel telur (ovum)
2.      Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai mencapai ovum
3.      Mencegah nidasi
C.    Macam-macam Jenis Kontrasepsi
1.      Kontrasepsi sederhana tanpa alat (Alamiah)
a.      Senggama Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
b.      Pantang Berkala (sistem berkala/kalender)
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat istri dalam masa subur. Selain sebagai sarana agar cepat hamil, kalender juga difungsikan untuk sebaliknya alias mencegah kehamilan. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap bulan.





2.      Kontrasepsi sederhana dengan alat
a.      Kondom
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi penis yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS
Manfaat pemakaian kontrasepsi kondom :
·         Efektif bila digunakan dengan benar
·         Tidak mengganggu produksi ASI
·         Tidak mengganggu kesehatan klien
·         Tidak mempunyai pengaruh sistemik
·         Murah dan dapat dibeli secara umum
·         Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatah khusus
·         Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda
b.      Diafragma
Diafrgma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang di insersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks.
Jenis kontrasepsi diafragma :
·         Flat spring (flat metal band)
·         Coil spring (coiled wire)
·         Arching spring)
Cara kerja kontrasepsi diafragma :
Menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai alat tempat spermisida.
Manfaat kontrasepsi diafragma :
·         Efektif bila digunakan dengan benar
·         Tidak mengganggu produksi ASI
·         Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya
·         Tidak mengganggu kesehatan klien
·         Tidak mengganggu kesehatan sistemik
3.      Kontrasepsi Hormonal
a.      KB Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal  
·         KB Suntik 1 bulan (kombinasi)
Adalah 25 mg Depo medroksiprogestreon asetat dan 5 mg esestradiol sipionat yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali (Cyclofem). Dan 50 mg roretindron enantat dan 5mg Estradional Valerat yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali
Keuntungan menggunakan KB Suntik
o   Praktis, efektif dan aman dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%.
o   Tidak membatasi umur.
o   Obat KB suntik yang 3 bulan sekali (Progesteron saja) tidak mempengaruhi ASI dan cocok untuk ibu menyusui
Kerugian menggunakan KB Suntik
o   Di bulan-bulan pertama pemakaian terjadi mual, pendarahan berupa bercak di antara masa haid, sakit kepala dan nyeri payudara
o   Tidak melindungi dari IMS dan HIV AIDS
Indikasi:
o   Wanita usia 35 tahun yang merokok aktif
o   Ibu hamil atau diduga hamil
o   Pendarahan vaginal tanpa sebab
o   Penderita jantung, stroke, lever, darah tinggi dan kencing manis
o   Sedang menyusui kurang dari 6 minggu
o   Penderita kanker payudara
·         KB  Suntikan 3 bulan.
Depo Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. Obat ini termasuk obat depot. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.
Keuntungan KB suntik 3 bulan
o   Resiko terhadap kesehatan kecil.
o   Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
o   Tidak di perlukan pemeriksaan dalam
o   Jangka panjang
o   Efek samping sangat kecil
o   Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
Kerugian KB suntik 3 bulan
o   Gangguan haid. Siklus haid memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, spotting, tidak haid sama sekali.
o   Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu
o   Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
o   Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
o   Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
o   Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan densitas tulang
o   Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas, dan jerawat.

b.      KB Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selama masih menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain.
Jenis-jenis kontrasepsi Pil
·         Pil gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
Jenis - jenis pil kombinasi:
a.       Monofasik       : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif.
b.      Bifasik             : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam dua dosis yang berbeda adalah estrogen dan progesteron, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif.
c.       Trifasik            : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam tiga dosis yang berbeda adalah mengandung berbagai dosis progestin. Pada sejumlah jenis obat tertentu, dosis estrogen didalam ke 21 pil aktif bervariasi. Maksud dari variasi ini adalah mempertahankan besarnya dosis pada pasien serendah mungkin selama siklus dengan tingkat kemampuan dalam pencegahan kehamilan yang setara
·         Pil khusus – Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.
Kontra indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada sebelah kepala).
Efek Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat badan.
c.       AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini.

Jenis-jenis AKDR :
·         Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. 
·         Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
·         Multi Load
AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
·         Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.





d.      Kontrasepsi Implant
Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam .Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai.
Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun.
4.      Kontrasepsi Mantap
a.      Kontrasepsi Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita).
Tubektomi adalah usaha mengikat (memotong) saluran ovum sehingga sel telur wanita tidak dapat dibuahi. Caranya ialah dengan memotong kedua saluran sel telur (tuba palupii) dan menutup kedua-duanya, sehingga sel telur tidak dapat keluar dan sel sperma tidak dapat pula masuk bertemu dengan sel telur, sehingga tidak terjadi kehamilan.
Dengan demikia, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada wanita yang belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil keputusan untuk sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25–30 tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau lebih.
b.      Kontrasepsi vasektomi
 
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
Indikasi kontrasepsi vasektomi
Vasektomi merupakan upaya untuk menghenttikan fertilis dimana fungsi reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus bagi tindakan vasektomi
·         Infeksi kulit pada daerah operasi
·         Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
·         Hidrokel atau varikokel
·         Hernia inguinalis
·         Filarisasi(elephantiasis)
·         Undesensus testikularis
·         Massa intraskotalis
·         Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoaglansia.