SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KB
1. IDENTIFIKASI MASALAH
Saat ini setiap tahunnya
terjadi kelahiran sekitar 4,5 juta bayi. Bayi-bayi ini akan berkembang dan
mempunyai kebutuhan yang berbeda sesuai dengan peningkatan usianya. Pada saat
ini dari 100 persen anak-anak yang masuk sekolah dasar, 50% diantaranya
tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi setelah lulus
SMP. Mereka akan putus sekolah dan menuntut pekerjaan padahal tidak
mempunyai ketrampilan yang memadai. Sempitnya lapangan kerja membuat para
pemuda-pemudi putus sekolah menciptakan pekerjaannya sendiri di sektor
informal.
Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah
dengan pengaturan jumlah dan jarak anak untuk menuju keluarga berkualitas.
Masyarakat diharapkan mengerti tentang bermacam - macam alat KB agar
termotivasi untuk menggunakan KB. Karena KB merupakan salah satu cara untuk
menekan angka kelahiran, sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB.
Penggunaan alat kontrasepsi sangat berperan penting
untuk mengngontrol angka kelahiran. Selain itu, masyarakat harus
mengetahui tentang macam-macam alat kontrasepsi yang dapat digunakan agar
memberikan efek yang sesuai dengan yang diinginkan.
2. PENGANTAR
Bidang studi : Asuhan Kebidanan Komuitas
TopiK : KB
Sub topik : Penggunaan alat kontrasepsi
Sasaran : Pasangan suami istri usia subur
Hari/tanggal : Senin, 23 Juni 2014
Jam :
09.00 WIB s/d Selesai
Waktu : 15 menit
Tempat : Banjarsari
3. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang penggunaan
alat kontrasepsi, keluarga diharapkan memahami tentang berbagai macam alat
kontasepsi dan menerapkan dalam kehidupannya.
4. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan,
keluarga dapat menjelaskan kembali:
a. Pengertian
alat kontrasepsi
b. Pertimbangan
pemakaian alat kontrasepsi
c. Macam-macam
alat kontrasepsi
5. MATERI
a.
Pengertian alat-alat
kontrasepsi
b.
Pertimbangan pemakaian alat
kontrasepsi
c.
Macam-macam alat kontrasepsi
yang bisa digunakan
1) Adapun KB
hormonal
2) KB non
hormonal
3) KB yang tanpa
memakai alat apapun (alamiah)
4) Kontrasepsi
mantap terdiri dari:
6. METODE
a. Ceramah
b. Tanya jawab
7. MEDIA
a. Materi SAP
b. Powerpoint
dan Leaflet
8. KEGIATAN PENYULUHAN
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan
penyuluhan
|
Kegiatan
peserta
|
|
1
|
2 menit
|
Pembukaan:
·
Memberi salam
·
Menjelaskan tujuan penyuluhan
|
·
Menjawab salam
·
Mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2
|
8 menit
|
Pelaksanaan:
·
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan
teratur
Materi:
·
Pengertian alat kontrasepsi
·
Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
·
Macam-macam alat kontrasepsi
|
·
Mendengarkan dan menyimak pembicara
|
|
3
|
4 menit
|
Evaluasi:
·
Meminta kepada audiens untuk mengulang kembali apa
yang disampaikan pembicara, meliputi:
·
Pengertian alat kontrasepsi
·
Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi
·
Macam-macam alat kontrasepsi
|
·
Bertanya dan menjawab pertanyaan
|
|
4
|
1 menit
|
Penutup:
·
Mengucapkan terima kasih dan salam
|
·
Menjawab salam
|
9.
KRITERIA EVALUASI
a.
Evaluasi Struktur
·
Peserta hadir ditempat penyuluhan
·
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Aula Desa
·
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelumnya
b.
Evaluasi Proses
·
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
·
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
·
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara benar
c.
Evaluasi Hasil
·
Ibu mengetahui tentang jenis nutrisi yang diperlukan
·
Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 20 orang ibu.
10. PENGESAHAN
|
Sasaran
Masyarakat
|
Ciamis, 14
agustus 2014
Pemberi
Penyuluhan
ImasApriyanti
|
|
Mengetahui
Dosen
Pembimbing
Siti
Fatimah, SST.,MM
|
MATERI PENYULUHAN KB
A. Pengertian
KB
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1997), maksud dari pada ini adalah: "Gerakan untuk
membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran."
Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang
di inginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara
atau alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan.
B. Cara Kerja
Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah
meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma) dengan
cara :
1. Menekan keluarnya sel telur (ovum)
2. Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai mencapai
ovum
3. Mencegah nidasi
C. Macam-macam
Jenis Kontrasepsi
1. Kontrasepsi
sederhana tanpa alat (Alamiah)
a. Senggama
Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana
biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang
vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering
gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
b. Pantang
Berkala (sistem berkala/kalender)
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat istri dalam
masa subur. Selain sebagai sarana agar cepat hamil, kalender juga difungsikan
untuk sebaliknya alias mencegah kehamilan. Cara ini kurang dianjurkan karena
sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang
juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap bulan.
2. Kontrasepsi
sederhana dengan alat
a. Kondom
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan yang sudah
populer di masyarakat. Kondom adalah suatu kantung karet tipis, biasanya
terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi penis yang berdiri
(tegang) sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah dibuktikan
dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit
seksual, termasuk HIV/AIDS
Manfaat pemakaian kontrasepsi kondom :
·
Efektif bila digunakan dengan benar
·
Tidak mengganggu produksi ASI
·
Tidak mengganggu kesehatan klien
·
Tidak mempunyai pengaruh sistemik
·
Murah dan dapat dibeli secara umum
·
Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatah
khusus
·
Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya
harus ditunda
b. Diafragma
Diafrgma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet)
yang di insersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup
serviks.
Jenis kontrasepsi diafragma :
·
Flat spring (flat metal band)
·
Coil spring (coiled wire)
·
Arching spring)
Cara kerja
kontrasepsi diafragma :
Menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat
reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopi) dan sebagai alat tempat
spermisida.
Manfaat kontrasepsi diafragma :
Manfaat kontrasepsi diafragma :
·
Efektif bila digunakan dengan benar
·
Tidak mengganggu produksi ASI
·
Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah
terpasang sampai 6 jam sebelumnya
·
Tidak mengganggu kesehatan klien
·
Tidak mengganggu kesehatan sistemik
3. Kontrasepsi Hormonal
a. KB Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan
melalui suntikan hormonal
·
KB Suntik 1 bulan (kombinasi)
Adalah 25 mg Depo medroksiprogestreon asetat dan 5 mg esestradiol sipionat
yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali (Cyclofem). Dan 50 mg roretindron
enantat dan 5mg Estradional Valerat yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali
Keuntungan menggunakan KB Suntik
o Praktis,
efektif dan aman dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99%.
o Tidak
membatasi umur.
o Obat KB
suntik yang 3 bulan sekali (Progesteron saja) tidak mempengaruhi ASI dan cocok
untuk ibu menyusui
Kerugian
menggunakan KB Suntik
o Di
bulan-bulan pertama pemakaian terjadi mual, pendarahan berupa bercak di antara
masa haid, sakit kepala dan nyeri payudara
o Tidak
melindungi dari IMS dan HIV AIDS
Indikasi:
o Wanita usia
35 tahun yang merokok aktif
o Ibu hamil
atau diduga hamil
o Pendarahan
vaginal tanpa sebab
o Penderita
jantung, stroke, lever, darah tinggi dan kencing manis
o Sedang
menyusui kurang dari 6 minggu
o Penderita
kanker payudara
·
KB Suntikan 3 bulan.
Depo
Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan
kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat
efektif. Obat ini termasuk obat depot. Noristerat termasuk dalam golongan
kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi
hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh
karena tidak mengganggu laktasi.
Keuntungan KB suntik 3 bulan
Keuntungan KB suntik 3 bulan
o Resiko
terhadap kesehatan kecil.
o Tidak berpengaruh
pada hubungan suami istri
o Tidak di
perlukan pemeriksaan dalam
o Jangka
panjang
o Efek samping
sangat kecil
o Klien tidak
perlu menyimpan obat suntik
Kerugian KB suntik 3 bulan
o Gangguan
haid. Siklus haid memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit,
spotting, tidak haid sama sekali.
o Tidak dapat
dihentikan sewaktu-waktu
o Permasalahan
berat badan merupakan efek samping tersering
o Terlambatnya
kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
o Terjadi
perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
o Pada
penggunaan jangka panjang dapat menurunkan densitas tulang
o Pada
penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan
libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas, dan jerawat.
b. KB Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan
sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan
cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara
teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah
menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang tidak menyusui
bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda
sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selama masih menyusui) dan
disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain.
Jenis-jenis kontrasepsi Pil
·
Pil gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan
progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang
mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara teratur.
Jenis - jenis pil kombinasi:
a.
Monofasik :
pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif
estrogen/progesterone dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormone
aktif.
b. Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21
tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam dua dosis yang
berbeda adalah estrogen dan progesteron, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif.
c. Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21
tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam tiga dosis yang
berbeda adalah mengandung berbagai dosis progestin. Pada sejumlah jenis obat
tertentu, dosis estrogen didalam ke 21 pil aktif bervariasi. Maksud dari
variasi ini adalah mempertahankan besarnya dosis pada pasien serendah mungkin
selama siklus dengan tingkat kemampuan dalam pencegahan kehamilan yang setara
·
Pil khusus – Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat
pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim (merubah
sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu,
juga mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat
perletakan telur yang telah dibuahi.
Kontra
indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis,
radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan, hipertensi,
gangguan jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis,
pembesaran kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan migraine
(sakit kepala yang berat pada sebelah kepala).
Efek Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek
samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi),
jerawat, penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan
penambahan berat badan.
c. AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat
kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat
setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan
mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada
wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDR :
·
Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian
vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini
mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.
·
Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis
ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan
kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama
seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T.
·
Multi Load
AKDR ini
terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan
berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm.
Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375
mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small
(kecil), dan mini.
·
Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau
huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya.
Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian
atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam),
tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk
tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari
pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka
atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik.
d. Kontrasepsi
Implant
Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada
lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah
dalam .Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik
berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas
dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai.
Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan
mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi
terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat
diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun.
4. Kontrasepsi
Mantap
a. Kontrasepsi
Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita).
Tubektomi adalah usaha mengikat (memotong) saluran ovum sehingga sel telur
wanita tidak dapat dibuahi. Caranya ialah dengan memotong kedua saluran sel
telur (tuba palupii) dan menutup kedua-duanya, sehingga sel telur tidak
dapat keluar dan sel sperma tidak dapat pula masuk bertemu dengan sel telur,
sehingga tidak terjadi kehamilan.
Dengan demikia, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada wanita yang
belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang
sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima
sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil keputusan untuk
sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25–30
tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau lebih.
b. Kontrasepsi
vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi
pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia alur transportasi sperma
terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.
Indikasi kontrasepsi vasektomi
Vasektomi merupakan upaya untuk menghenttikan fertilis dimana fungsi
reproduksi merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan
pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.
Kondisi yang
memerlukan perhatian khusus bagi tindakan vasektomi
·
Infeksi kulit pada daerah operasi
·
Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi
kesehatan klien
·
Hidrokel atau varikokel
·
Hernia inguinalis
·
Filarisasi(elephantiasis)
·
Undesensus testikularis
·
Massa intraskotalis
·
Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang
menggunakan antikoaglansia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar